Sabtu, 10 Mei 2014

“AH TERNYATA....”



“AH TERNYATA....”
Sekarang saya tengah duduk di teras rumah, memandang langit, dengan sebungkus rokok dan secangkir kopi. Hati saya kini gusar, badan saya gemetar dengan air muka yang datar. Akhir-akhir ini saya seperti mayat hidup, tenggorokan yang merah memar membengkak, luka sobek cukup besar di sudut bibir yang tak kunjung mengering, memperihatkan gigi graham yang mulai menghitam dan bolong di sana sini serta darah yang bercucuran keluar dari bawah lidah yang juga luka bernanah, sehingga menyulitkan saya untuk makan. Dan akhirnya hanya rokok dan kopilah yang menjadi santapan saya setiap hari.
Lima  menit yang lalu saya masih jalan-jalan di sekitar komplek perumahan. Saya heran dengan tatapan orang-orang kepada saya, mereka seperti mencibir saya, mereka seperti memandang saya dengan tatapan yang jijik dan penuh ketakutan.
***
Setelah beberapa menit berjalan tak tahu arah, saya melihat bola menggelinding di dekat kaki saya. Tak lama datang seorang anak barlari. Ketika saya menoleh, seketika itu pula dia berhenti dan sedikit melangkah ke belakang. “MAMAAAAAAAAAAAH~ ADA ZOMBIIIIIIIIIIIIIIIIE, MAMAH TOLONG ADA ZOMBIE MAMAAAAAAAAAH” Anak itu menangis dan berteriak ketakutan melihat saya, mamahnya keluar. Melihat saya sebentar, lalu menggendong anaknya pergi tanpa menghiraukan bola milik anaknya yang ada di tangan saya. Hati saya bingung apa semenakutkan itu diri saya, apa benar saya ini zombie?
Kembali saya melanjutkan perjalanan dengan gontai dan pikiran yang berkecamuk karena perlakuan orang-orang kepada saya, yang melihat dan menganggap saya seperti zombie, si mayat hidup. Tiba-tiba dari arah belakang saya merasakan ada yang melempari saya dengan kerikil. “Itu dia zombienya, ayo lempari dia ayo......” itukan anak yang menangis tadi, dia membawa teman-temannya dan meneriaki saya zombie dan melempari saya dengan kerikil “ayo bunuh dia! zombie bermulut aneh, bau lagi. Ayo bunuh dia...” ucap anak yang lain. “SAYA BUKAN ZOMBIIIIIIIIIIE, SAYA BUKAN MAYAT HIDUP! SAYA MASIH HIDUP!” Saya berlari secepat mungkin menuju rumah karena muak dengan semua ini, saya tidak ingin diteriaki zombie saya ingin hidup normal seperti yang lain, saya tak punya teman, semua orang menjauhi saya, semua orang takut dekat-dekat denga saya.
***
Jengah bila ingat hal itu, lantas saya meminum kopi. “AAAWWW, sialan!” saya menyemburkan kopi yang saya minum karena mengenai luka di mulut saya. Dan ternyata semburan kopi itu mengenai badan kucing yang tengah lewat di depan saya. Seketika itu badan si kucing menjadi berubah, rambutnya rontok, kulitnya melepuh lebam merah, tatapan matanya menjadi tajam menakutkan dengan mulut yang menganga dan air liur yang bercucuran. “ARGHHHHHH TIDAAAAAAAAAK~ SAYA BENAR-BENAR ZOMBIE, KUCING ITU TERINFEKSI VIRUS. TIDAAAAAAAAAAAK” Aku berlari ketakutan daaaaaaaan
*Bruk* “Adah sakit banget ini, sialan ternyata cuma mimpi” aku terjatuh dari kasur dan ternyata semua ini cuma mimpi, aku meraba wajahku “ah syukurlah tidak ada luka” Saya mengambil cermin untuk memastikan wajah saya baik-baik saja. Tapi apa ini? Wajah saya seperti di mimpi itu. Tidak! Tidak! Tidak! “MAMAAAAAAAAAAAH SAYA MENJADI ZOMBIE” Aku berlari keluar kamar mencari mamah, tapi tak ada siapa-siapa, rumah sangat sepi. Cepat-cepat aku mengambil kunci motor dan pergi ke klinik Dokter terdekat.
“Hahaha kamu ini ada-ada saja dek. Lihat, ini Cuma cat face painting. Mungkin ada yang menggambar ini saat kamu sedang tidur. Tapi memang benar, orang yang suka merokok besar kemungkinan akan terkena penyakit kanker mulut atau Oral Cancer dengan gejala seperti di mimpi kamu itu. Oral Cancer dapat berkembang dalam setiap bagian dari rongga mulut atau ofafaring dan menyebar melalui sistem limfatik. Olehkarena itu pula sel-sel kanker menyebar ke tenggorokan dan paru-paru. Dan ini bukan kanker paru-paru.” Ucap dokter sambil terkekeh mendengar cerita saya.
Saya harus berterimakasih kepada adik saya yang telah menggambar wajah saya dengan karakter zombie, ketika sedang tidur. Akibat kejadian ini saya menjadi sadar bahwa rokok itu memang sangat berbahaya bagi tubuh.

1 komentar: